IMG-LOGO
Home News PT Bayan Resource Ajak Pelaku Pariwisata dan Mice Tour Teluk Balikpapan
News

Diskominfo Bersama Gerakan Jurnalis Anti Hoax Kaltim Gelar Literasi Digital

Charles Siahaan memberikan gambaran tentang ancaman sanksi hukum penyebar berita hoax kepada siswa/siswi
Minggu, 3 April 2022
IMG

Literasi Digital Anti Hoax di SMA Negeri 13 Samarinda

SAMARINDA, Perempuan.co - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur Bersama Gerakan Jurnalis Anti Hoaks Kalimantan Timur, menggelar acara Literasi Digital Anti Hoax bertempat di SMAN 13 Samarinda, baru-baru ini.

Literasi tersebut dipandu langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim, Tri Wahyuni menghadirkan anggota DPRD Kaltim, Rusman Yaqub serta Ketua Gerakan Anti Hoax Jurnalis Kaltim, Charles Siahaan.


Ketua Gerakan Anti Hoaks Jurnalis Kaltim Charles Siahaan mengungkapkan, hoax itu tidak bisa dicegah apapun aplikasinya yang semakin canggih. Hoax itu ada sesuai dengan peradaban apapun musimnya hoax pun tetap ada.

 

Dalam kesempatan tersebut ia jelaskan bahwa yang perlu kita cermati, yang perlu kita hati-hati kenapa nomor handphone kita bisa masuk ke pelaku penyebar hoax apakah dia bisa masuk mengirim sembarangan tentu tidak.


“Contohnya kamu beli pulsa ditempat penjual pulsa selanjutnya menulis nomernya itu sangat hati-hati banyak kejadianya dikumpulin nomer handphone semua orang beli pulsa, setelah itu diambil nomor-nomornya oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab atau penyebar hoax, “terang Charles.


Terus juga kita sering menghambur data di facebook nomor-nomor telpon apa lagi kalo ada yang jahil dicatatnya itulah kelakuanya penyebar-penyebar hoaks, sambungnya membeberkan.


Menurutnya, bagaimana caranya mencegah hoax yang memang tidak bisa dicegah kalo tidak dari kita sendiri. Makanya, kita buat Kegiatan Literasi ini supaya keluarga kita memahami kalo ada apa-apa jangan mudah dipercaya dulu, inilah gunanya literasi. Kita berdoa supaya sama-sama yang ada disini menceritakan kepada keluarga tentang hoax maka ini akan menyebar keseluruhanya.

 

“Yang bisa dilakukan adalah mencerdaskan diri kita apa yang sedang terjadi di dunia digital. Hati-hati tentang data kita jangan sampai tersebar apa lagi nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), intinya bagaimana kita bisa mencegah atau keluarga kita disituasi sekarang dengan jernih, “himbau Charles.

 

Charles dihadapan siswa/siswi juga memberikan gambaran tentang ancaman sanksi hukum yang harus diterima seseorang yang membuat dan atau menyebarkan hoaks, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

“Membuat  atau menyebarkan hoaks itu, selain bisa dipenjara, juga berdosa,” tutur Charles.

 

Ia juga mengingatkan para siswa dan siswi, membuat atau menyebarkan hoax itu merugikan diri sendiri dan orang lain, serta menghabiskan kuota internet. 

 

“Jadi, untuk apa menyebarkan hoax. Selain dosa dan terancam masuk penjara, juga menghabiskan kuota,” ujarnya. (adv/hend/pt/kominfokaltim/nrh)

Share: