IMG-LOGO
Home News PT Bayan Resource Ajak Pelaku Pariwisata dan Mice Tour Teluk Balikpapan
News

DPMTSP Kaltim Gelar Workshop Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi

Riza : sejumlah negara lain juga perlu dijajaki kemungkinan meningkatnya investasi PMA di Kaltim
Kamis, 26 Mei 2022
IMG

Plt Sekda Kaltim, Riza Indra Riadi saat membuka acara Workshop Pemetaan dan Peluang Investasi, di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu 25 Mei 2022

BANDUNG, Perempuan.co - Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi yang terkenal sebagai daerah penghasil Sumber Daya Alama (SDA) terbesar, seperti batu bara dan kayu. Kaltim atau yang biasa disebut dengan Benua Etam, juga memiliki sektor ekonomi lainnya. Kebudayaan yang beragam dan tempat wisata yang memukau, membuat Kaltim menjadi target bagi pelancong. Selain itu Kaltim juga memiliki potensi ekonomi di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.

 

Oleh karena itu untuk mengkaji potensi dan peluang usaha di Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Workshop Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Riza Indira Riadi bertempat di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (25/5).

 

Dalam kesempatan tersebut, Riza Indira Riadi mengatakan menilik kinerja penanaman modal dan iklim investasi di Kalimantan Timur pada tahun 2021  yang sangat memuaskan. Dimana tercapai angka realisasi investasi sebesar Rp 41,18 Triliun dari target sebesar Rp 32 Triliun, Presiden Jokowi memberi kepercayaan dan apresiasi berupa penambahan target realisasi target investasi di tahun 2022 pada Provinsi Kalimantan Timur yakni sebesar Rp 54 Triliun.


“Penambahan ini tentunya menjadi tantangan besar yang harus dijawab dengan langkah-langkah strategis dan konkrit, “ucap Riza.

 

Pemprov Kaltim memberi Apresiasi yang tinggi kepada Kabupaten/Kota yang telah bekerja keras merealisasikan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) melalui pengembangan potensi dengan hasil baik seperti yang terdapat di Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara. Serta serta daerah lain perlu meningkatkan PMDN dan PMA melalui potensi daerah masing–masing, sambungnya.

 

Menurut Riza, sejumlah negara juga perlu dijajaki kemungkinan meningkatnya realisasi investasi PMA di Kaltim, selain yang sudah menempati 10 besar, seperti Singapura, Mauritius, Malaysia, British Virgin Island, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jerman, Tiongkok, Swedia dan Inggris.

 

"Negara-Negara di Eropa, Asia selatan dan Timur Tengah sebenarnya punya banyak peluang untuk bekerjasama, promosi dan informasi perlu digencarkan lagi mengenai peluang investasi di Kaltim,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto menyampaikan kegiatan workshop menghadirkan narasumber dari akademisi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Kusdhianto Setiawan, serta Direktur Perencanaan Industri Manufaktur Kementerian Investasi/BKPM dan Bappeda Kaltim. (adv/pt/kominfokaltim/nrh)

 

Sumber foto: DPMTSP Prov Kaltim

Share: