IMG-LOGO
Home News PT Bayan Resource Ajak Pelaku Pariwisata dan Mice Tour Teluk Balikpapan
News

Gelar Literasi Digital Anti Hoax, Diskominfo Kaltim Gandeng Politisi

Sosialisasi literasi digital di lingkungan sekolah jadi upaya tangkal hoax sejak dini
Sabtu, 2 April 2022
IMG

Literasi Digital Antihoax mengadirkan Politisi dengan audiens siswa-siswi SMKN 18 dan SMAN 13 Samarinda

SAMARINDA, Perempuan.co - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Literasi Digital Anti Hoax dengan audiens siswa-siswi dari SMK Negeri 18 Lempake Samarinda dan SMA Negeri 13 Samarinda, pada tanggal 30 dan 31 Maret 2022 lalu.

 

Kegiatan sosialisasi literasi digital di lingkungan sekolah sejak dini sebagai salah satu upaya Diskominfo sebagai antisipasi Pemerintah Provinsi dalam menangkal penyebaran hoax di lingkungan warga Kota Tepian, khususnya dikalangan remaja yang dinilai masih minim pengalaman.

 

Sosialisasi dipandu langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim Tri Wahyuni, menghadirkan anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub yang jauga merupakan anggota Komisi IV Bidang Pendidikan serta Ketua Gerakan Antihoakx Jurnalis Kaltim, Charles Siahaan.

 

Ketua Gerakan Antihoax Jurnalis Kaltim Charles Siahaan mengungkapkan, sosialisasi bahaya hoax kepada remaja perlu diperkuat sejak dini. Sebab menurut salah seorang wartawan senior Kaltim ini, kelompok-kelompok remaja khususnya siswa/siswi sangat rentan mengkonsumsi informasi atau berita yang tidak benar (Hoax).

 

“Adik-adik di sekolah ini kan hampir semua menggunakan teknologi. Oleh karena itu, gerakan sosialisasi literasi digital demikian harus terus gencar dilakukan untuk mencegah hal-hal buruk yang dapat terjadi ke depannya,” papar Charles.

 

Ditambahkan, memasuki tahun-tahun politik sebentar lagi para remaja harus mulai mempersiapkan diri dalam mengawal pesta demokrasi dengan senantiasa membentengi diri dari gempuran berita hoax.

 

“Apalagi sebagian dari mereka punya hak untuk memilih di tahun 2024 nanti. Sudah sepatutnya dibentengi dengan pengetahuan seputar bahaya hoax,” tandas pria yang akrab dengan panggilan Bang Ucok ini.

 

Sementara anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub menyerukan, agar remaja-remaja di Kaltim mampu membedakan informasi yang layak dikonsumsi dan tidak layak dikonsumsi. Apalagi menurut politisi PPP ini, semua pengguna sosial media bisa terpapar hoax. Oleh karenanya, perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam mencerna informasi dari media sosial.

 

“Kami menghimbau agar adik-adik di sekolah ini bisa membedakan informasi-informasi yang layak juga tidak layak. Lebih berbahaya, kalau suatu berita sudah tidak layak atau ada unsur hoax kemudian terus disebarkan, ini yang harus kita antisipasi. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan penyebar berita hoax dapat dikenakan ranah pidana,” pungkas Rusman. (adv/hend/pt/kominfokaltim/nrh)

 

Tags:
Tidak Ada Tag!
Share: