IMG-LOGO
Home News PT Bayan Resource Ajak Pelaku Pariwisata dan Mice Tour Teluk Balikpapan
News

Himbau Masyarakat Taat Aturan Penggunaan LPG 3 Kg

Roby : Subsidi harus dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima, bukan orang yang mampu
Senin, 11 April 2022
IMG

Ilustrasi : Tabung gas 3 Kg bertuliskan "Hanya Untuk Masyarakat Miskin" di salah satu agen di daerah Jakarta (sumber : okezone)

SAMARINDA, Perempuan.co - Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan berat 3 Kg berwana hijau tersebut, merupakan gas LPG yang disediakan oleh pemerintah untuk golongan tertentu. Namun kenyataannya, LPG 3 Kg banyak digunakan oleh golongan yang bukan seharusnya.

 

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindakop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Timur, Yadi Robyan Noor, mengajak masyarakat setempat untuk menaati peraturan pemerintah tentang aturan subsidi, khususnya penggunaan LPG 3 Kg yang kini mulai mengalami kelangkaan dipasaran.

 

Dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan subsidi BBM dan LPG tahun ini (2022) sekitar Rp 77,5 triliun.

 

Roby menjelaskan pemerintah mengatur tabung gas melon (LPG 3 Kg) bersubsidi yang seharusnya diperuntukan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) dan para Pelaku Usaha Mikro.

 

"Artinya, subsidi harus dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima, bukan orang yang mampu," tegas Roby.

 

Beliau menguraikan Peraturan tersebut tertuang di Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM, penggunaan gas bersubsidi 3 Kg hanya diperuntukan bagi usaha kecil yang beromset maksimal Rp 833 ribu per hari.

 

Target penerima akan disesuaikan dengan Data Terpadu Sosial Kesejahteraan (DTSK) dari seluruh Indonesia, tambah Roby.

 

Untuk Provinsi Kalimantan Timur ketersediaan stok LPG 3KG cukup aman dan tersedia, beber Roby.

 

"Kuota selalu lebih, harapan kita masyarakat yang berhak saja yang membeli, yang tidak berhak jangan beli gas bersubsidi," harapnya seraya mengingatkan.

 

Terkait stok, Roby mengungkapkan estimasi untuk 20 hari kedepan masih aman, Roby juga siap untuk melakukan operasi pasar bila ada daerah yang defisit, imbuhnya. (adv/tp/pt/kominfokaltim/nrh)

Share: