IMG-LOGO
Home News PT Bayan Resource Ajak Pelaku Pariwisata dan Mice Tour Teluk Balikpapan
News

Jasno Tegas Tolak Pembangunan RS Korpri di Sempaja, Dinilai Sebagai Kawasan Rawan Banjir

Menghimbau Pembangunan RS di Lokasi Yang Lebih Layak
Rabu, 23 Februari 2022
IMG

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno

SAMARINDAPerempuan.co - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Korpri Provinsi Kalimantan Timur di Jalan Wahid Hasyim II, Kawasan GOR Sempaja Samarinda mendapat perhatian dari wakil rakyat Samarinda. Mengingat lokasinya berdiri di wilayah rawan banjir. 

 

Hal ini diutarakan oleh Jasno selaku Anggota Komisi III DPRD Samarinda, ia secara tegas mengatakan tidak setuju pembangunan rumah sakit dikawasan tersebut. 

 

Akan tetapi pembangunan RSUD terus berlanjut dikawasan Sempaja, meskipun banyak menuai polemik pro dan kontra terkait pembangunan tersebut. "Itu kan kawasan rawan banjir, sedangkan rumah sakit sebagai sarana untuk orang sakit, dan gawat darurat lainnya. Jika dibangun RSUD disitu, dan sedang terjadi banjir bagaimana akses untuk bisa cepat sampai ke rumah sakit itu, " kata Jasno. senin (21/2/22).

 

Jasno menilai, sebaiknya Pemprov Kaltim juga membuat kajian, apakah daerah tersebut cocok dibangun rumah sakit atau tidak, karena kawasannya yang langganan banjir. Apalagi tak sedikit warga setempat yang protes dan mengadu ke DPRD Samarinda. "Di antara teman-teman DPRD juga ada pro kontra. Mestinya pemerintah provinsi bisa memberikan contoh yang baik. Harus diurus dulu izinnya," ungkap legislator dari Fraksi PAN ini.

 

Kendati demikian, dirinya tak ada niatan untuk menghalangi pembangunan rumah sakit yang sejatinya juga dibutuhkan oleh masyarakat keberadannya. Namun yang jelas, ia mengimbau agar pembangunannya dipindahkan ke lokasi yang lebih layak.

 

Kendati demikian, dirinya tak ada niatan untuk menghalangi pembangunan rumah sakit yang sejatinya juga dibutuhkan oleh masyarakat keberadannya. Namun yang jelas, ie mengimbau agar pembangunannya dipindahkan ke lokasi yang lebih layak. "Kalau kawasan banjir dibuat rumah sakit dan lain-lain, ini menjadi pertanyaan juga. Kami mendorong pemerintah kota juga harus jeli memberikan izin. Kalau memang dianggap melanggar, ya tidak usah dikeluarkan surat izinnya," pungkasnya.

 

Share: