IMG-LOGO
Home News PT Bayan Resource Ajak Pelaku Pariwisata dan Mice Tour Teluk Balikpapan
News

Kampung Iklim Berkolaborasi Dengan Destinasi Wisata

Adanya kolaborasi dengan destinasi wisata diharapkan akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah
Senin, 13 Juni 2022
IMG

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor dalam acara Expose Pembangunan Hijau Kalimantan Timur, di Hotel Mercure.

SAMARINDA, Perempuan.co - Perubahan iklim merupakan fenomena alam yang banyak dipengaruhi oleh aktivitas manusia dibanding alam dan merupakan isu yang sudah puluhan tahun mengemuka dipublik. Perubahan iklim merupakan tantangan bagi masyarakat kita. 

 

Sayangnya, diskusi yang baik dan produktif mengenai perubahan iklim jarang diadakan. Tidak mudah bagi media untuk membawa bukti nyata mengenai fenomena ini dengan artikel populer untuk menangkap perhatian publik. Liputan perubahan iklim terjadi sesekali, hanya ketika terjadi bencana. Tapi ketika hari-hari itu berlalu, media dan kita semua kembali ke hari-hari biasanya. Hasilnya, komitmen pemerintah untuk mengurusi masalah perubahan iklim ditinggalkan.

 

Kalimantan Timur mejadi salah satu Provinsi yang konsen dengan isu perubahan iklim dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2009, tentang Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Hal ini diungkapkan Gubernur Kaltim, Isran Noor pada saat Expose Pembangunan Hijau Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Mercure, belum lama ini. 

 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Isran Noor mengajak para Bupati dan Walikota untuk menyelaraskan program pemerintah pusat. Adapun Kaltim memiliki sebanyak 110 Kampung Iklim, kedepan Benua Etam memiliki target sebanyak 200 Kampung Iklim. 

 

"Program Kampung Iklim di Kaltim cukup berkembang, bukan hanya di kawasan daratan namun juga di wilayah pesisir," jelas Isran menambahkan.

 

Lanjutnya, Kampung Iklim memanfaatkan wilayah pesisir seperti Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. 

 

Tidak hanya sumbang pengurangan 66 Ribu Ton Karbon, Kampung Iklim juga akan sumbang Pendapatan Asli Daerah, sambung Isran.

 

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Iklim Kementrian Lingkungan Hidup Agus Rusly selaku Narasumber dalam kegiatan tersebut menyebutkan Kedepan Kampung Iklim akan dikolaborasikan dengan menjadi destinasi wisata, sehingga akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

"Saya yakin kepala daerah mendukung perluasan area konservasi dan pengembangan wisata laut, sehingga mendorong para investor untuk membangun cottages dan sarana penunjang wisata," Terang Agus Rusly. (adv/tp/pt/kominfokaltim/nrh)

Share: