IMG-LOGO
Home News PT Bayan Resource Ajak Pelaku Pariwisata dan Mice Tour Teluk Balikpapan
News

Seni Menyampaikan Pesan Melalui Public Speaking

Ryan : Public Speaking tidak hanya berbicara di depan umum, namun juga kemampuan menyampaikan pesan
Kamis, 7 Juli 2022
IMG

Ryan Widianto, Praktisi Public Speaking Kalimantan Timur.

SAMARINDA, Perempuan.co - Public Speaking adalah seni berkomunikasi yang dilakukan secara lisan (verbal) tentang suatu hal atau topik tertentu yang disampaikan di depan orang banyak. Tujuan Public Speaking adalah menyampaikan informasi, mempengaruhi orang lain, mengubah opini atau pendapat, mengajarkan ilmu, mendidik peserta atau memberi penjelasan tentang suatu topik kepada masyarakat atau kelompok tertentu. Untuk menguasainya, diperlukan tehnik pembelajaran dan pelatihan secara khusus. 

 

Praktisi Public Speaking Kalimantan Timur (Kaltim),  Ryan Widianto, menjelaskan dalam pengertian yang lebih luas, bahwa Public Speaking tidak hanya berarti berbicara didepan umum. Namun, merupakan sebuah kemampuan menyampaikan pesan kepada orang lain.

 

"Jadi kata 'publik' tidak selalu orang banyak. Sesuatu diluar diri kita, itu juga publik," jelasnya saat memberikan materi dalam Workshop Pranata Hubungan Masyarakat yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Kamis (7/7/2022).

 

Sementara, kata Speaking dapat diartikan sebagai sebuah seni menyampaikan pesan. Itulah mengapa, speaking berbeda dengan talking yang berarti berbicara. Tapi, Speaking lebih kepada menyampaikan pesan dengan maksud dan tujuan tertentu.

 

Ryan juga memamaparkan, ada tiga hal dalam unsur komunikasi Public Speaking. Diantaranya verbal, vokal dan visual. Unsur visual ini mendominasi hampir 55 persen dalam Public Speaking. Sehingga, seorang Public Speaker harus berpenampilan menarik karena dapat mempengaruhi pesan yang disampaikan.

 

"Tujuan Public Speaking itu untuk menyamakan persepsi. Sedangkan persepsi terbentuk, dari apa yang kita dengar atau lihat," ucap mantan penyiar radio ini.

 

Visual bahkan tidak hanya mencakup pada penampilan diri. Namun juga termasuk perilaku dalam keseharian. Ia mencontohkan, terkadang nasihat tidak mudah diterima, jika perilaku sang pemberi nasihat dalam keseharian tidak memvisualisasikan diri dengan baik.

 

Kemampuan Public Speaking ini menurut Ryan harus dimiliki oleh seorang Pranata Humas (Prahum). Karena, Pranata Humas adalah seorang penyampai pesan kepada publik, terlebih yang disampaikan adalah pesan-pesan positif.



Tidak hanya itu, kemampuan public speaking juga mempermudah seseorang ketika melakukan negosiasi. Sehingga dapat mencapai kesepakatan yang diinginkan. 

 

“Kemampuan Public Speaking dapat diasah melalui pembelajaran, pelatihan dan praktek secara langsung. Pembelajaran bisa dilakukan pada kelas-kelas pelatihan Public Speaking profesional, mau pun belajar secara mandiri melalui YouTube dan sumber lainnya. (adv/KRV/pt/kominfokaltim/nrh)

Share: